Oleh: Ghali | 4 November 2010

Gurindam Jiwa

GURINDAM JIWA

===========

Tuai(lah) padi antara masak;

Esok jangan layu-layuan.

Intai(lah) kami antara nampak;

Esok jangan rindu-rinduan.

Anak(lah) Cina (mem)pasang lukah;

Lukah dipasang di Tanjung Jati.

Di dalam hati tidak kulupa;

Sebagai rambut bersimpul mati.

Batang selasih permainan budak;

Daun selasih dimakan kuda.

Bercerai(lah) kasih bertalak tidak;

Seribu tahun (ku)kembali juga.

Burung merpati terbang seribu;

Hinggap seekor di tengah laman.

Hendak mati di hujung kuku;

Hendak berkubur di tapak tangan.

(Ji)Kalau Tuan mudik ke hulu;

Carikan saya bunga kemboja.

(Ji)Kalau Tuan mati dahulu;

Nantikan saya di pintu syurga

 

Lagu di atas merupakan lagu yang terkenal di negeri Melayu, khususnya Singapura dan Malaysia, dan menjadi soundtrack untuk sebuah judul film yang sama.

Penciptanya, Wandly Aziz, adalah seorang putra Minangkabau yang  lahir di Suliki pada tanggal 24 Februari 1925. Nama Wandly termasuk salah seorang Tokoh Singapura berdarah Minangkabau seperti halnya Zuber Said (Komposer Lagu Kebangsaan Singapura “Majulah Singapura”) dan Yusoff Ishak.

Wandly sendiri mulai diperkenalkan musik pada saat sekolah dasar. Dia belajar biola dan klarinet di bawah bimbingan Pak Hamid dan Mr. I Bree, dan belajar piano dari Wadiki di Bukittinggi.

Pada tahun 1947 ketika industri film Melayu sedang berkembang, pemuda Minangkabau ini pergi merantau ke Singapura. Disini ia belajar mengaransemen dengan piano di bawah bimbingan Mr. Concordio Soliano, biola dengan Mr. Raquiza dan Mr Paul Soliano, serta saksofon dan klarinet dengan Mr. Paul Martinez.

Kemampuannya memainkan beberapa alat musik seperti piano, biola, klarinet, dan saksofon, serta kepandaiannya menulis skor musik, mendorongnya untuk membentuk Wandly Yazid Orchestra, Wandly Five, dan Megawati Orchestra untuk Radio Malaya pada tahun 1952. Dia menyusun musik film untuk Angin Berpesan dan Pacar Putih, yang diproduksi oleh Nusantara Film Company, dan film yang meraih penghargaan Hassan’s Homecoming yang diproduksi oleh Malayan Film Unit. Dia juga merupakan pemain biola dan anggota dari Singapore Symphony Orchestra.

Wandly mendirikan Fajar Record Company pada tahun 1959, dimana dia menyusun dan mengaransemen lagu untuk penyanyi seperti Julie Sudiro, Orchid Abdullah, dan Rosiah Chik. Dia juga melatih penyanyi-penyanyi yang kemudian sukses, antara lain Ernie Djohan dan Rafeah Buang.

Pada tahun 1964, dia ditunjuk sebagai direktur musik Cathay-Keris Films, saat itu usianya menginjak 39 tahun. Dia menyusun dan mengaransemen lagu dan musik latar untuk film-film klasik, dan menjadi terkenal ketika menyusun Gurindam Jiwa, lagu tema untuk film percintaan dengan judul film yang sama. Lagu ini pada mulanya dinyanyikan oleh R. Ismail dan Rafeah Buang, dengan lirik oleh Hamzah Hussein. Selain itu dia juga menyusun dan mengaransemen musik untuk film klasik Hang Jebat, Jalak Lenteng, Lancang Kuning, Panglima Besi, Kasih Ibu, dan Naga di Tasik Cini.

Di antara Penghargaan dan Pengakuan yang didapatnya antara lain:

1953: Award for Best Documentary, dari Malayan Film Unit pada film Hassan’s Homecoming.

2001: Jasawan Agung Minang, dari Persatuan Minangkabau Singapura atau Singapore Minangkabau Association (SMA).

2001: COMPASS Meritorious Award, dari Composers and Authors Society of Singapore (COMPASS).

2002: 7 Magnificent Composers (7 Tokoh Musik), dikeluarkan oleh Association of Malay Singers, Composers and Professional Musicians (PERKAMUS). Musisi yang diakui adalah: Wandly Yazid, Zubir Said, Osman Ahmad, Yusoff B., Ahmad Jaafar, P. Ramlee, dan Kassim Masdor.

2003: Simfoni Layar Perak, konser oleh MediaCorp, diselenggarakan di Esplanade, Singapura.

2005: Dendang Temasek, dipublikasi oleh PERKAMUS. Esay kompilasi musik tradisional Melayu.

2006: Persembahan Musik 7 Lagenda, ditampilkan oleh Pentatronics.


Responses

  1. tap mantap…..
    teruskan kak,..!!!🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: